Tahan, Jangan Klimaks Terlalu Cepat


SEBAGAI bagian dari seni, kesenangan bercinta tergantung pada taste Anda dan pasangan. Dan karena kesenangan bercinta bisa terjadi lewat kerja sama dua orang, maka ada larangan bercinta yang harus Anda jauhi.
Saat seranjang bersama pasangan, ada beberapa kesalahan yang mungkin tidak Anda sadari. Inilah yang coba ditelusuri kanal Lifestyle di okezone dalam poling dengan pertanyaan, “Larangan apa yang sering Anda langgar selama bercinta?” Sebanyak 639 pembaca telah memberikan jawabannya.
Mencapai klimaks terlalu cepat atau terlalu lambat menjadi kesalahan terbanyak yang dilakukan 254 pembaca (39,7 persen). Kesalahan ini terutama dilakukan oleh pria.
Guys, Anda harus mengendalikan otot-otot dengan baik untuk memastikan ejakulasi terjadi dalam waktu yang tepat. Jika terlalu cepat, Anda meninggalkan ketidakpuasan pada pasangan, tapi terlalu lamban pun meninggalkan kesan Anda tak kuat mencapai klimaks.
Solusinya, luangkan lebih banyak waktu untuk foreplay (berlaku pada pria dan wanita). Jika Anda butuh waktu lama dan hanya bisa ejakulasi lewat rangsangan manual, lebih baik pasangan orgasme lebih dulu, untuk kemudian ia bisa “melayani” Anda.
Kemudian, kalau Anda ingin quickie sex, pastikan pasangan tahu keinginan Anda. Jangan sampai harapannya terlalu tinggi untuk menikmati sanggama panjang, padahal Anda ingin segera mengakhiri.
Kesalahan berikutnya masih berhubungan dengan klimaks, yakni tidak memberitahu saat ingin mencapai klimaks yang dipilih 130 pembaca (20,3 persen). Bila Anda ingin mengakhiri percintaan, katakan pada pasangan. Beritahu agar dia tak kecewa.
Luapan ekspresi selama bertempur menjadi kekuatan hubungan seks. Tak heran bila terlalu diam menjadi perhatian 107 pembaca (16,7 persen). Camkan bahwa suara yang keluar selama bercinta menjadi salah satu penghargaan Anda terhadap pasangan. Jangan ragu mengatakan, “Rasanya sangat menyenangkan” atau sekadar mengerang saat dia berhasil menyentuh zona erotis Anda.
Lantaran ingin segera menyelesaikan sanggama atau memang terlalu bersemangat, 101 pembaca (15,8 persen) mengabaikan bagian tubuh pasangannya selain alat genital. Dalam urusan ranjang, alat genital memang penting, tapi sepatutnya Anda juga memperhatikan area sensitif lainnya.
Pola kerja serbacepat rupanya menulari kehidupan seks. Sampai-sampai, 47 pembaca (7,5 persen) tidak mencium pasangannya selama bercinta. Alasan lain bisa karena posisi bercinta yang tidak memungkinkannya berciuman. Jadikan ciuman salah satu aksi menuju puncak kenikmatan yang tak boleh tertinggal.

0 comments:

Post a Comment